Produk Lokal Vs Produk Cina

ABSTRAK

Perdagangan Bebas adalah suatu model hubungan jual beli di dunia hukum internasional. Perdagangan bebas artinya perdagangan yang tidak melakukan diskriminasi terhadap impor dan ekspor suatu barang. Perangkat hukum internasional yang mengatur tentang perdagangan bebas terdapat dalam dokumen Final Act Agreement on WTO yang memuat aturan hukum internasional. Pelaksanaan perdagangan bebas dalam ASEAN-China Free Trade Area (ACFTA) di Indonesia secara regulasi telah sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam Framework Agreement on Comprehensive Economic Cooperation Between the Association of South East Asian Nations and the People’s Republic of China, sebagaimana telah diratifikasi, membentuk peraturan perundangan yang berkaitan dengan ACFTA (Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 48 Tahun 2004).

            Budaya masyarakat Indonesia yang konsumtif, menjadikan Indonesia target pasar yang sangat menguntungkan bagi Cina. Persaingan dagang yang sehat, diharapkan dapat membangkitkan semangat pengusaha lokal. Kita sebaiknya bisa belajar dari kesuksesan Cina mengembangkan dunia usaha dan industrinya. Hal ini jauh lebih baik ketimbang hanya menggerutu melihat produk-produk Cina yang membanjiri pasar dalam negeri. Merajalelanya produk-produk Cina dengan harga yang murah dan berkualitas harus dilihat tidak hanya sebagai ancaman, namun juga sebagai pemicu agar Indonesia bisa bergerak ke arah perbaikan.

BAB I. PENDAHULUAN

I.1. Latar belakang

Puji dan syukur saya panjatkan khadirat Tuhan Yang Maha Esa atas nikmat dan karunianya dalam rangka memenuhi kebutuhan mata kuliah Perekonomian Indonesia di Universitas Gunadarma mengenai Persaingan Harga Produk Dalam Negeri Versus Harga Produk Luar Negeri di lihat dari Tingginya Biaya Produksi. maka saya membuat karya tulis tentang Produk Lokal versus Produk Cina . Dengan adanya tulisan ini disamping untuk memperluas wawasan  ilmu pengetahuan , Mahasiswa dapat menumbuhkan pemikiran yang kritis dan menyuarakan pendapatnya. Saya berusaha semaksimal mungkin untuk dapat menyelesaikan karya tulis ini.

Harapan saya semoga hasil karya tulis ini dapat bermanfaat semaksimal mungkin bagi pembacanya .

I.2.Tujuan Penulisan

2.a. Tujuan Umum

Untuk memenuhi kebutuhan mata kuliah Perekonomian Indonesia di Universitas Gunadarma.

2.b. Tujuan Khusus

Untuk mengetahui dan menambah wawasan ilmu pengetahuan mengenai sistem perekonomian di Indonesia serta mampu berfikir kritis berani menyuarakan pendapat.

I.3. Manfaat Penulisan

  1. Mengetahui dampak dari perdagangan bebas
  2. Mengetahui Perbedaan harga produksi produk dalam negeri dengan produk luar negeri.
  3. Mengetahui strategi apa yang harus dilakukan pasar lokal.
  4. Mahasiswa sadar agar menghargai dan mencintai barang dalam negeri.

I.4. Metode Penulisan

Kajian Pustaka

Dalam penyusunan tugas ini , perlu sekali pengumpulan data serta sejumlah informasi yang aktual , metode pengumpulan data browsing dari internet.

BAB II. ISI LAPORAN

          II.1. Landasan Teori

Dominasi produk China di dalam negeri saat ini memang semakin kuat. Mulai dari elektronik, makanan, mainan anak sampai dengan buah – buahan didominasi oleh barang dari China termasuk mebel. Keadaan ini tentunya tidak terlepas dari diberlakukannya Asian China Free Trade Area (ACFTA) di kawasan Asia.

Pasti kita sudah mengetahui Indonesia secara geografis terletak di Asia Tenggara bersama dengan sembilan negara lainnya. Atas dasar kesamaan letak geografis maka dibentuklah suatu organisasi bernama ASEAN (Asosiation South East Asia Nation). Dalam organisasi tersebut terjalinlah suatu kerjasama dagang dalam wadah AFTA.  ASEAN Free Trade Area (AFTA) merupakan wujud dari kesepakatan dari negara-negara ASEAN untuk membentuk suatu kawasan bebas perdagangan dalam rangka meningkatkan daya saing ekonomi kawasan regional ASEAN dengan menjadikan ASEAN sebagai basis produksi dunia serta serta menciptakan pasar regional bagi 500 juta penduduknya. ASEAN Free Trade Area (AFTA) adalah kawasan perdagangan bebas ASEAN dimana tidak ada hambatan tarif (bea masuk 0-5%) maupun hambatan non tarif.

Perkembangan terakhir AFTA adalah adanya kesepakatan untuk menghapuskan semua bea masuk impor barang bagi Brunai Darussalam pada tahun 2010, Indonesia, Malaysia, Philippines, Singapura,Thailand,Cambodia, Laos, Myanmar dan Vietnam pada tahun 2015. Sebagai Con toh : Vietnam menjual sepatu ke Thailand, Thailand menjual radio ke Indonesia, dan Indonesia melengkapi lingkaran tersebut dengan menjual kulit ke Vietnam. Melalui spesialisasi bidang usaha, tiap bangsa akan mengkonsumsi lebih banyak dibandingyang dapat diproduksinya sendiri. Namun dalam konsep perdagang tersebut tidak ada hambatan tarif (bea masuk 0-5%) maupun hambatan non-tarif bagi negara – negara ASEAN melalui skema CEPT-AFTA.

Tujuan AFTA adalah meningkatkan daya saing ekonomi negara-negara ASEAN dengan menjadikan ASEAN sebagai basis produksi pasar dunia, untuk menarik investasi dan meningkatkan perdagangan antar anggota ASEAN. Mulai awal tahun ini Indonesia 1 Januari 2010 terjadi pelaksanaan kesepakatan Kawasan Perdagangan Bebas ASEAN-China. Indonesia bersama negara-negara ASEAN dan CINA dalam perekonomiannya melakukan kegiatan perekonomian kawasan perdagangan pasar bebas. Akibat nya terjadi pro dan kontra dampak yang akan di timbulkan dari kegiatan ini . Di Indonesia, para pendukung Kawasan Perdagangan Bebas ASEAN-China (ACFTA) melihat pelaksanaan kesepakatan perdagangan itu akan bermakna besar bagi kepentingan geostrategis dan ekonomis Indonesia dan Asia Tenggara secara keseluruhan. Pertumbuhan perekonomian China yang relatif pesat waktu itu menjadikan Negara Tirai Bambu itu salah satu aktor politik dan ekonomi yang patut diperhitungkan Indonesia dan ASEAN. Mereka yang berpendapat kritis terhadap kesepakatan perdagangan ini melihat potensi ambruknya industri domestik di Indonesia yang akan kesulitan menghadapi tantangan dari membanjirnya impor produk murah dari Cina.

II.2. Pembahasan

Sejak perdagangan bebas dengan Asean dan Cina mulai 1 Januari 2010 mulai berdampak pada pasar dalam negeri. Terjadi persaingan ketat antara berbagai Negara dalam bidang perdagangan.Jika tidak pintar menciptakan produk yang baru maka produk mereka akan tersingkir. Seperti : Produk Indonesia dengan produk Cina yang sedang panas beberapa tahun ini. Serangan produk Cina ke dalam pasar internasional telah menyingkirkan produk lokal. Penjualan produk Cina pun begitu mencengangkan, karena rata-rata penjualan produk china lebih tinggi daripada produk Indonesia. Namun kita harus tetap optimis pasar lokal tidak akan tersingkir oleh produk-produk Cina dengan mulai diterapkannya perjanjian perdagangan bebas.

Faktor yang mempengaruhi Produk dari Cina banyak diminati masyarakat Indonesia kurang lebihnya karena harga yang murah akibat produksi massal yang diterapkan di Cina, penampilan yang bagus dan menarik calon pembeli membeli produk Cina, lebih inovatif untuk menjadi daya tarik, dan memiliki ciri unik. Hal ini tentu menarik perhatian masyarakat umum untuk melirik produk tersebut.Faktor lainnya : Pemerintah Indonesia menghapus biaya ekspor impor produk menyebabkan harga produk china semakin murah dari harga aslinya. Dengan bea masuk Nol Rupiah, produk China semakin menguasai pasar lokal.

Pasar produk elektronik menjadi salah satu sektor yang dikuasai Cina (televisi, komputer, AC, dan peralatan iptek lainnya) seperti : telepon genggam KTouch, Hitech, MyG, IMO, eTouch, Taxco, Beyond, Startech, Mito, Mixcon, Tocal, Blueberry, Skybe. Semua Produk Cina berupa telepon genggam terjual laris di pasaran Indonesia daripada produk lokal telah menjadi Bukti bahwa ekspor impor Cina berada di masa kejayaannya.

Cina semakin melebarkan bisnis ekpor impor ke sektor yang lain, misalnya sektor kerajinan tangan, bahan makanan, dan kosmetik dengan harga yang lebih murah dari harga asli.

Produk tekstil asal Cina semakin mendominasi pasar Indonesia. Berbagai jenis pakaian, sandal, sepatu, tas, jam tangan, dan aksesoris, juga membanjiri pasar lokal. Produk dalam Negeri seolah tenggelam diantara membanjirnya produk asal Cina. Model dengan penuh variasi dan menarik menjadikan produk cina tidak sepi dari peminat. Budaya masyarakat Indonesia yang konsumtif, menjadikan Indonesia target pasar yang sangat menguntungkan bagi Cina. Persaingan dagang yang sehat, diharapkan dapat membangkitkan semangat pengusaha lokal.

            Namun , Tidak semua Produk dari Cina sukses dipasarkan . Beberapa jenis produk dari Negara Cina memiliki reputasi kurang baik dari para konsumen. Tidak seperti HP Cina dan iPhone Cina, Sepeda Motor keluaran Cina justru redup di pasaran. Kualitas produk buatan Cina memang selalu dipertanyakan, terlebih untuk jenis motor dan produk kelistrikan. Konsumen lebih selektif memilih produk, dengan pertimbangan keselamatan. Dengan membanjirnya produk Cina di Indonesia, penggunaan Standard Nasional Indonesia penting untuk melindungi konsumen, dan menekan masuknya produk dari Cina.

Ada juga kekurangan yang sangat besar yang tidak ditemukan di produk-produk buatan Indonesia. Produk-produk cina memiliki kelemahan di berbagai sektor, contohnya produk mainan anak (mengandung zat berbahaya yang berbahaya untuk anak-anak), dan elektronik  (gampang sekali rusak dibandingkan dengan produk lokal).

            Dampak terhadap banjirnya produk cina paling dirasakan oleh pengusaha kecil dan menengah. Pelaku UKM lokal harus berpikir ekstra untuk mencegah kerugian yang lebih besar. Berbagai upaya harus dilakukan agar produk lokal tidak mati di pasaran, dengan menurunkan harga. Sisi positif dari perdagangan bebas ASEAN dengan Cina adalah terciptanya motivasi bisnis. Pengusaha lokal harus dituntut untuk lebih kreatif dalam menciptakan dan memasarkan produk. Beberapa jenis Handphone produk Indonesia, telah siap bersaing dengan HP Cina. Begitu juga dengan produk-produk Industri rumahan yang semakin siap bersaing dengan produk dari Cina. Untuk dapat mengikat konsumen, produk berkualitas dan harga bersaing dapat dijadikan sebuah solusi.

            Imbas perdagangan bebas sudah terasa di Indonesia. Pasar sudah dibanjiri oleh produk impor dari berbagai negara. Persaingan harga produk impor dengan produk dalam negeri sangat terasa. Dalam pengendalian harga produk harus melibatkan semua pelaku ekonomi. Produsen lokal jangan hanya mengandalkan kebijakan pemerintah. Produk lokal harus berani bersaing dengan produk impor.

Geliat ekspor impor melibatkan banyak negara. Negara membuka hubungan kerjasama ekonomi hingga terjadinya kegiatan ekspor impor barang .Barang impor dari Cina dan Taiwan mudah ditemukan di pasar. Sebaliknya barang ekspor Indonesia dapat ditemukan di Cina dan Taiwan.

Indonesiapun mulai mengejar ketinggalannya dari Cina dengan mengeluarkan produk-produk elektronik salah satunya berupa notebook. Produk-produk notebook keluaran Indonesia memiliki keistimewaan sendiri salah satunya adalah Byon, Notebook keluaran Byon memiliki keunggulan yang tidak ditemui oleh notebook lain yaitu dapat mengganti komponen bagian dalam sesuka hati. Ada pula notebook Zyrex yang harganya cocok untuk kalangan menengah. Namun, tetap saja notebook lokal tidak dapat menyaingi notebook cina yang telah mendapatkan hak paten oleh perusahaan notebook besar seperti compact rekanan perusahaan besar HP.

            Produk lokal yang mampu menembus ekspor antara lain: batik, mebel, ukiran kayu, mi instant, alas kaki, fillet ikan, wig dan kopi. Barang ekspor Indonesia ini memiliki keunikan dan pangsa pasar yang spesifik. Produk lokal yang unik, langka dan berciri khas etnik sangat digemari oleh pembeli dari negara-negara Eropa dan Amerika serikat. Sedangkan barang ekspor Indonesia yang memiliki pangsa pasar spesifik disebabkan oleh banyaknya TKI yang bekerja di negara tujuan bekerja. Negara-negara ini antara lain: Malaysia, Hongkong dan Korea selatan.

Beberapa waktu lalu, batik sudah ditetapkan oleh PBB sebagai world heritage. Hal ini menaikan citra batik di mata dunia terhadap Indonesia . Keunikan dan ciri khas batik terletak pada motifnya. Batik banyak digemari oleh konsumen dalam dan luar negeri. Walaupun pasar Indonesia sempat dibanjiri oleh batik asal Cina. Konsumen dalam dan luar negeri lebih menggemari batik Indonesia. Desain, motif dan jenis kain yang digunakan pada batik asal Cina berbeda. Batik Indonesia memiliki falsafah pada motifnya. Negara tujuan ekspor batik Indonesia yaitu negara-negara Eropa dan Amerika serikat.

Pendekatan sumber daya manusia dilakukan dengan mempekerjakan orang-orang kunci yang kompeten, ahli di bidangnya, dan mempertahankan mereka dengan memberikan employee values. Selain itu kultur perusahaan mendukung operasional yang efisien, bahkan dalam perusahaan yang menganut cost leadership, kompetitor utama mereka bukan perusahaan lain dengan bisnis inti sejenis, tetapi biaya itu sendiri. Adanya kenaikan biaya produksi, dan tidak ada pilihan lain yang bisa diambil pelaku industri selain menaikkan harga jual produk atau jasa mereka.
Secara tidak langsung, kenaikan tersebut berdampak pada daya beli rumah tangga yang mengakibatkan menurunnya daya beli masyarakat.Jika konsumsi masyarakat terancam, berpotensi menghambat pertumbuhan ekonomi ke depan. Karena itu, pemerintah harus menyiapkan terobosan dengan menggunakan sumber energi alternatif agar tidak membebani subsidi pemerintah dan masyarakat akibat kenaikan harga.

Langkah yang harus dilakukan untuk memenangkan persaingan menghadapi strategi harga murah dari Cina dapat dilakukan dengan :

  1. Menjalankan strategi harga lebih murah dari Cina.
  2. Meningkatkan diferensiasi seperti layanan pascajual yang lebih baik.
  3. Melakukan inovasi produk yang lebih murah tetapi cukup berkualitas dengan Blue Ocean Strategy.
  4. Menerapkan strategi positioning ada harga ada rupa.
  5. Mengenali karakteristik pembeli sangat membantu dalam penentuan strategi.
  6. Meningkatkan kualitas dari segi bahan baku sampai dengan desain mebel yang ada di Indonesia.

            Secara umum strategi peningkatan kualitas produk adalah strategi yang diterapkan oleh suatu perusahaan untuk meningkatkan suatu prduk yang di produksi oleh perusahaan dengan menciptakan produk dengan bentuk dan fungsi yang lebih banyak agar tetap diminati oleh buyer luar negeri. Berbicara mengenai strategi peningkatan kualitas produk tidak hanya terbatas pada usaha untuk meningkatkan produk yang dihasilkan, usaha untuk meningkatkan kualitas produk yang ditawarkan agar tetap diminati oleh buyer luar negeri, serta masalah-masalah yang menghambat usaha dalam meningkatkan kualitas produk ekspor khususnya pada produk mebel.

Kita sebaiknya bisa belajar dari kesuksesan Cina mengembangkan dunia usaha dan industrinya. Namun dapat dijadikan pemicu agar Indonesia bisa bergerak ke arah perbaikan. Beberapa langkah :

  1. Mencoba mengkaji kebijakan-kebijakan Cina dalam perekonomian khususnya dalam memajukan dunia usahanya. Setelah itu dirumuskan manakah yang bisa dan tepat untuk diterapkan di Indonesia. Hal ini mengingat keadaan , latar belakang, dan budaya Cina yang tidak sama dengan Indonesia.
  2. Mempererat hubungan kerja sama dengan Cina, tidak saja dalam ekonomi namun juga pada bidang-bidang lainnya yang dianggap penting.
  3. Menciptakan budaya wirausaha di Indonesia.
  4.  Memaksimalkan peran akademisi yaitu peneliti untuk menunjang dunia usaha.

BAB III. PENUTUP

III.1. Kesimpulan

            sejak  Cina membanjiri pasar dengan harga yang ’tidak masuk akal’ murahnya, merk boleh ditempeli apa saja, kualitas tidak meyakinkan, low cost strategy kembali bersinar. Berawal dengan strategi ’asal murah’, bahkan dengan melakukan peniruan, produk-produk mereka membanjiri dunia. Mesin produksi berputar terus, SDM menjadi lebih berpengalaman dan semakin terampil. Dengan semangat perbaikan yang mereka punyai, beberapa industri Cina mulai memasuki tahapan kualitas yang dapat diterima konsumen, walaupun dengan harga yang masih murah. Artinya dengan harga yang masih murah, terjadi peningkatan kualitas yang meningkatkan nilai tambah bagi konsumen.

Bagi konsumen adalah seberapa besar manfaat yang mereka peroleh dibandingkan dengan pengorbanan (uang) yang mereka keluarkan. Tidak semua konsumen bersedia atau mampu mengeluarkan uang dalam jumlah besar, dan mereka bersedia menerima manfaat yang lebih sedikit. Tak perlu dapat makan, dilayani parmugari cantik berpakaian mahal, yang penting dapat terbang dengan harga yang murah. Dan konsumen jenis ini masih banyak.

Masih banyak produk-produk lokal yang tidak kalah bersaing dengan produk Cina. Selain itu, barang-barang lokal juga sudah memiliki pangsa dan segmen pasar yang jelas sehingga konsumen tidak serta-merta beralih ke produk Cina.Tugas kita bersama adalah meningkatkan terus produktivitas, efisiensi dan memperbaiki teknologi yang dipakai UMKM-UMKM Indonesia sekaligus terus mengkampanyekan cinta produk dalam negeri.

Jumlah penduduk Indonesia yang besar merupakan pangsa pasar yang cukup menjanjikan bagi negara-negara industri yang ingin menjaga momentum pertumbuhan ekonominya.Itu harus diperhatikan oleh pemerintah, dan tidak sekadar inflasi.

Daftar Pustaka

http://st288385.sitekno.com/article/24678/produk-china-banjiri-pasar-indonesia.html

http://impor.org/komoditi-impor/berbagai-produk-china-mulai-membanjiri-indonesia/

http://impor.org/komoditi-impor/produk-lokal-vs-produk-china/

http://impor.org/komoditi-impor/produk-produk-lokal-akan-tetap-bertahan/

http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/13/01/02/mg0bz6-pengamat-kenaikan-tdl-tambah-biaya-produksi

http://cessee.com/2011/07/12/peningkatan-kualitas-produk-strategi-menghadapi-pasar-bebas.html

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s