SISTEM PEREKONOMIAN INDONESIA

SISTEM PEREKONOMIAN INDONESIA

ARTI SISTEM

Sistem berasal dari bahasa Latin (systēma) dan bahasa Yunani (sustēma) yaitu Suatu Keseluruhan yang kompleks dan terorganisir (utuh) yang dihubungkan bersama untuk memudahkan aliran informasi, materi atau energi untuk mencapai suatu tujuan.

Sistem Perekonomian yaitu sistem yang digunakan suatu negara untuk mengalokasikan sumber daya yang dimilikinya baik kepada individu maupun organisasi di negara tersebut.

PERKEMBANGAN SISTEM PEREKONOMIAN

  • Sistem Perekonomian Pasar (Liberalis / Kapitalis) : sitem ekonomi yang aset-aset produktif dan faktor-faktor produksinya sebagian besar dimiliki oleh sektor individu/swasta.

Bersifat memberikan kebebasan kepada individu/swasta dalam menguasai sumber daya yang bermuara pada kepentingan masing-masing individu untuk mendapatkan keuntungan pribadi sebesar-besarnya.

Dalam perekonomian liberal kapitalis setiap warga dapat mengatur nasibnya sendiri sesuai dengan kemampuannya. Semua orang bebas bersaing dalam bisnis untuk memperoleh laba sebesar- besarnya dan bebas melakukan kompetisi untuk memenangkan persaingan bebas.

Contoh  : Negara yang menganut sistem tersebut yaitu Amerika Serikat .

  • Sistem Ekonomi Perencanaan (Etatisme/Sosialis) : perekonomian yang menghendaki kemakmuran masyarakat secara merata dan tidak adanya penindasan ekonomi. Untuk mewujudkan kemakmuran yang merata, pemerintah harus ikut campur dalam perekonomian.

Dasar yang digunakan dalam sistem ekonomi etatisme/sosialis adalah ajaran Karl Max “apabila kepemilikan pribadi dihapuskan maka tidak akan memunculkan masyarakat yang berkelas-kelas sehingga akan menguntungkan semua pihak”.

Contoh : Cina, Korea Utara dan Rusia . Negara yang menganut sistem ekonomi etatisme/sosialis dahulu adalah Uni Soviet (sekarang Rusia) beserta negara-negara pengikutnya .

Namun ,  telah gagal dalam menjalankan prinsip sosialisme sebagai cara hidupnya baik secara ekonomi, moral, maupun sosial dan politik disebabkan oleh tidak adanya kemampuan pemerintah pusat untuk menangani seluruh masalah yang muncul, baik di tingkat pusat maupun ditingkat daerah dan telah terjadi banyak penyelewengan yang dilakukan oleh pemerintah.

  • Sistem Perekonomian Campuran : perpaduan antara sistem kapitalis dan sistem sosialis yang mengambil garis tengah antara kebebasan dan pengendalian antara peran mutlak negara/kolektif dan peran menonjol individu. Garis tengah disesuaikan dengan keadaan di mana perpaduan itu terjadi, sehingga peran situasi dan lingkungan sangat memberi warna pada sistem perpaduan/campuran tersebut.

Sulit menentukan batas ekonomi yang dilakukan oleh pemerintah dan swasta “ Sistem ekonomi campuran banyak dianut oleh Negara berkembang” (golongan yang lemah makin tertindas dan golongan yang kuat semakin kokoh kedudukannya).

Contoh : INDONESIA, AFRIKA, AMERIKA LATIN .karena  terpusatnya  pada penggabungan unsur positif untuk mengatasi unsur negatif yang rakyatnya memiliki kebebasan mengelola SDA, tetapi SDA yang dianggap penting(dalam arti dapat menyejahterakan rakyat) dipegang oleh pemerintah.

PERBEDAAN BERBAGAI MACAM SISTEM EKONOMI :

sistem ekonomi liberal kapitalis antara lain :

a.    Masyarakat diberi kebebasan dalam memiliki sumber-sumber produksi.

b.    Pemerintah tidak ikut campur tangan secara langsung dalam kegiatan ekonomi.

c.    Masyarakat terbagi menjadi dua golongan, yaitu golongan pemilik sumber daya produksi dan masyarakat pekerja (buruh).

d.    Timbul persaingan dalam masyarakat, terutama dalam mencari keuntungan.

e.    Kegiatan selalu mempertimbangkan keadaan pasar.

f.     Pasar merupakan dasar setiap tindakan ekonom.

g.    Biasanya barang-barang produksi yang dihasilkan bermutu tinggi.

Sistem Ekonomi Perencanaan (Etatisme/Sosialis) antara lain :

  1. Alat-alat dan faktor produksi dikuasai negara
  2. Kegiatan ekonomi sepenuhnya diatur negara
  3. Harga barang/jasa ditentukan pemerintah
  4. Hak milik perorangantidak diakui

Sistem ekonomi campuran antara lain :

  1. Kegiatan ekonomi dilakukan oleh pemerintah dan oleh swasata
  2. Transaksi ekonomi terjadi di pasar, dan ada campuran tangan pemerintah
  3. Ada persaingan serta masih ada control dari pemerintah

Sistem Ekonomi Sebelum Orde Baru

Sistem perekonomian yang dianut oleh masing-masing bangsa sudah pasti berbeda-beda. Seperti halnya Bangsa Indonesia, pada awalnya sistem ekonomi yang dianut oleh bangsa Indonesia adalah sistem ekonomi liberal, dimana seluruh kegiatan ekonomi d serahkan kepada masyarakat.

Pada Masa Penjajahan , perekonomian Indonesia dikuasai oleh negara asing(penjajah). Saat masa penjajahan Belanda, VOC didirikan untuk memonopoli perdagangan di Indonesia. pada saat Belanda menjajah Indonesia, perekonomian Indonesia dikuasai Belanda sepenuhnya.

Masa Orde Lama , Sejak berdiri RI sudah banyak tokoh-tokoh negara yang telah merumuskan bentuk perekonomian yang tepat bagi bangsa Indonesia.

Bung Hatta mencetuskan ide, bahwa dasar perekonomian Indonesia yang sesuai cita-cita tolong menolong adalah koperasi (Moh Hatta dalam Sri-Edi Swasono, 1985) tapi tidak semua kegiatan ekonomi harus dilakukan secara koperasi.

Sumitro Djojohadikusumo, dalam pidatonya di Amerika tahun 1949, menegaskan bahwa yang dicita-citakan adalah ekonomi semacam campuran.

Sistem Demokrasi Ekonomi

Sistem perekonomian yang ada di Indonesia harus berdasarkan pada Pancasila dan UUD 1945. Sistem perekonomian nasional yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 tercantum dalam pasal-pasal 23, 27, 33 & 34  disusun untuk mewujudkan demokrasi ekonomi dan dijadikan dasar pelaksanaan ekonomi.

Demokrasi Ekonomi dipilih karena memiliki ciri-ciri positif yang di antaranya adalah (Suroso, 1993):

  • Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan atas asas kekeluargaan.
  • Bumi, air & kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara & dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.
  • Warga negara memiliki kebebasan dalam memilih pekerjaan yang dikehendaki serta mempunyai hak akan pekerjaan & kehidupan yang layak.
  • Potensi, inisiatif & daya kreasi setiap warga negara dikembangkan sepenuhnya dalam batas-batas yang tidak merugikan kepentingan umum.
  • Fakir miskin & anak-anak terlantar di pelihara oleh Negara.

Dalam perekonomian Indonesia tidak mengijinkan adanya :

 

Free fight liberalism, yaitu adanya suatu kebebasan usaha yang tidak terkendali sehingga memungkinkan terjadinya eksploitasi kaum ekonomi yang lemah dan terjajah dengan akibat semakin bertambah luasnya jurang pemisah si kaya dan si miskin.

Etatisme, (sistem ekonomi komando)  : yaitu keikutsetaan pemerintah yang terlalu dominan (pengaturan perekonomian dilakukan oleh pemerintah secara terpusat) sehingga mematikan motivasi dan kreasi masyarakat untuk berkembang dan bersaing secara sehat. Jadi masyarakat hanya bersikap pasif saja . Sistem ekonomi komando merupakan salah satu sistem perekonomian yang sangat di tentang oleh bangsa Indonesia .

Monopoli,yaitu suatu bentuk pemusatan kekuatan ekonomi pada satu kelompok tertentu, sehingga tidak memberikan pilihan lain pada konsumen untuk tidak mengikuti keingian sang monopoli. Disini konsumen seperti robot yang diatur untuk mengikuti jalannya permainan.

Sistem ekonomi Indonesia Setelah Orde Baru

Pada masa orde baru, sistem ekonomi yang dianut oleh bangsa Indonesia diubah kembali menjadi sistem demokrasi ekonomi. Sistem ini bertahan hingga masa reformasi. Setelah masa reformasi, pemerintah melaksanakan sistem ekonomi yang berlandaskan ekonomi kerakyatan. Sistem ini lah yang masih berlaku di bangsa Indonesia.

Meskipun pada awal perkembangannya perekonomian Indonesia menganut sistem ekonomi Pancasila, Demokrasi Ekonomi & ‘mungkin campuran’, namun bukan berarti system perekonomian liberalis & etatisme tidak pernah terjadi di Indonesia (liberalis, 1950- 1957) & etatisme (1958- 1965) .

PARA PELAKU EKONOMI

Pelaku ekonomi adalah individu-individu atau lembaga-lembaga yang terlibat dalam proses kegiatan ekonomi baik produksi, distribusi, maupun konsumsi (rumah tangga, masyarakat, perusahaan/sektor usaha dan pemerintah). Pemerintah selain sebagai pelaku ekonomi juga berperan aktif sebagai pengawas, kontroler dan koordinator dalam kegiatan ekonomi agar tercipta iklim yang kondusif.

Pelaku kegiatan ekonomi di Indonesia dapat dikelompokkan dalam 3 sektor usaha formal yaitu BUMN, BUMS dan Koperasi.

      1)   BUMN ( Badan Usaha Milik Negara)

BUMN adalah badan usaha yang didirikan dan dimiliki pemerintah.

Peranan BUMN yaitu :

  1. Membuka lapangan kerja.
  2. Sebagai sumber pendapatan negara.
  3. Memberikan pelayanan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
  4. Melakukankegiatan produksi dan distribusi yang menguasai hidup hajat hidup orang banyak.
  5. Mencegah agar cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan menguasai hajat hidup orang banyak tidak dikuasai oleh  sekelompok masyarakat tertentu.

Kebaikan BUMN : Mengutamakan pelayanan umum , Modal dari pemerintah , Organisasi disusun secara mantap , Memiliki kekuatan hukum yang kuat .

Kelemahan BUMN : Organisasinya sangat kaku , Pengambilan keputusan lamban karena panjangnya birokrasi , BUMN banyak merugi .

 2).  BUMS  ( Badan Usaha Milik Swasta )

BUMS adalah badan usaha yang didirikan dan dimiliki swasta secara individu atau kelompok.

Tujuan kegiatan BUMS : Memperoleh laba-laba sebesar-besarnya , Membuka lapangan kerja serta mengembangkan dan memperluas usaha usaha.

Peranan BUMS yaitu :

  1. Sebagai mitra pemerintah dalam kegiatan perekonomian.
  2. Membantu pemerintah dalam pengelolaan kegiatan ekonomi yang tidak ditangani pemerintah.
  3. Meningkatkan penerimaan dan devisa Negara

Kebaikan BUMS : Memperluas lapangan kerja , Meningkatkan ekspor import , Meningkatkan pendapatan Negara.

Kelemahan BUMS : Berkurangnya pendapatan negara karena keringanan pajak , Menimbulkan persaingan pasar tidak sehat (monopoli) , Berkurangnya devisa karena keringanan bea masuk , Penyalahgunaan potensi sumber daya (eksploitasi sumber daya alam sebesar-besarnya).

3).  KOPERASI

Menurut UU No. 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian, koperasi merupakan badan usaha yang beranggotakan orang seorang atau badan hukum berdasar atas asas kekeluargaan.

Menurut UU No 25 Tahun 1992, fungsi dan peran koperasi :

  1. Membangun dan mengembangkan potensi dan kemampuan ekonomi anggota
  2. Berperan aktif dalam upaya mempertinggi kualitas kehidupan manusia dan masyarakat
  3. Memperkokoh perekonomian rakyat
  4. Berusaha mewujudkan dan mengembangkan perekonomian nasional

Landasan koperasi :

  1. Landasan idiil adalah Pancasila
  2. Landasan struktural adalah UUD 1945
  3. Landasan operasional adalah UU Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian dan AD/ART koperasi
  4. Asas koperasi adalah kekeluargaan
  5. Modal  koperasi berasal dari modal sendiri (simpanan pokok, simpanan wajib, dana cadangan , hibah) dan modal pinjaman (dari bank, dari koperasi lain atau sumber pinjaman lain).
  6. Alat kelengkapan koperasi adalah rapat anggota, pengurus koperasi dan pengawas koperasi.

Tujuan koperasi:

  1. Memajukan kesejahteraan anggota pada khususnya
  2. Mensejahterakan dan mencapai kemakmuran masyarakat pada umumnya
  3. Ikut membangun tatanan perekonomian nasional

Manfaat koperasi:

  1. Memberikan kemudahan dan pelayanan yang baik kepada anggota
  2. Sarana pengembangan potensi dan kemampuan untuk meningkatkan kesejahteraan anggota
  3. Meningkatkan kualitas kehidupan anggota
  4. Memperkokoh perekonomian rakyat.

Peranan koperasi dalam perekonomian Indonesia:

  1. Mengembangkan potensi  kemakmuran anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.
  2. Berperan aktif dalam meningkatkan  kualitas hidup manusia.
  3. Memperkokoh perekonomian nasional dengan koperasi sebagai soko gurunya.
  4. Mengembangkan perekonomian nasional yang merupakan usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan.

Selain  ketiga usaha formal diatas (BUMN, BUMS dan Koperasi) terdapat usaha-usaha informal yaitu bidang usaha bermodal kecil, alat produksi terbatas dan tanpa bentuk badan hukum. Mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :

  1. Modal usaha dan peralatannya relatif kecil.
  2. Pada umumnya tidak memiliki ijin resmi dari pemerintah.
  3. Pola kegiatannya tidak teratur atau tidak tetap baik tempat maupun waktu.

Peranan usaha  informal dalam perekonomian Indonesia :

  1. Mengurangi pengangguran.
  2. Mempercepat proses kegiatan produksi karena barang yang dijual cepat laku.
  3. Dapat menyebarluaskan hasil produk tertentu.
  4. Membantu masyarakat ekonomi lemah dalam pemenuhan kebutuhan dengan  harga yang relatif murah

CONTOH : Pedagang kaki lima, Pedagang keliling, Pedagang asongan, Pedagang musiman.

REFERENSI :

http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_perekonomian  http://file.upi.edu/Direktori/FPIPS/JUR._PEND._GEOGRAFI/195505051986011-

http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem

http://ipsasyik.wordpress.com/2012/03/24/materi-pelaku-ekonomi/

http://zonaekis.com/pengertian-sistem-ekonomi-campuran/

http://elkace.wordpress.com/2008/12/05/sitem-ekonomi-liberal-kapitalis/

http://ireneaulia.blogspot.com/2012/03/sistem-perekonomian-perencanaan.html

http://dedeerawati07.wordpress.com/tugas-softskill-perekonomian-negara/

http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20100608033824AAXiPRt

http://caturagusriyanto.blogspot.com/2012/03/perkembangan-sistem-ekonomi-sebelum.html

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s