STRUKTUR

 Struktur Produksi

            Struktur produksi merupakan logika proses produksi menyatakan hubungan antara beberapa  pekerjaan pembuatan komponen sampai menjadi produk akhir ditunjukkan dengan menggunakan skema.

            Struktur produksi nasional dilihat menurut lapangan usaha dan hasil produksi kegiatan ekonomi nasional. Berdasarkan hasil produksi nasional terdiri dari 3 sektor, yakni sektor primer, sekunder, dan tersier.

            Perubahan struktur produksi terjadi karena :

  • Sifat manusia dalam perilaku konsumsinya yang cenderung berubah dari konsumsi barang barang pertanian menuju konsumsi lebih banyak barang-barang industri.
  • Perubahan teknologi yang terus-menerus, dan
  • Semakin meningkatnya keuntungan komparatif dalam memproduksi barang-barang industri.

 Pendapatan Nasional

            Pendapatan nasional adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh seluruh rumah tangga keluarga (RTK) di suatu negara dari penyerahan faktor-faktor produksi dalam satu periode,biasanya selama satu tahun.

cara penghitungan pendapatan nasional :

  • Produk Domestik Bruto/Gross Domestik Produk (PDB/GDP)
    yaitu jumlah suatu produk yang berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh unit-unit produksi di dalam batas wilayah suatu negara (domestik) selama satu tahun. Total nilai barang dan jasa akhir yang dihasilkan oleh suatu perekonomian dalam periode tertentu yang dihitung berdasarkan nilai pasar.
  • Produk Nasional Bruto (GNP)
    yaitu meliputi nilai-nilai produk yang berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh penduduk selama satu tahun, termasuk hasil-hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh warga negara yang berada di luar negeri, tetapi tidak termasuk hasil produksi perusahaan asing yang beroperasi di wilayah negara tersebut.
    PNB = PDB + Pendapatan faktor produksi luar negeri – Pembayaran Faktor produksi luar negeri.
  • Pendapatan Nasional Neto (NNI)
    yaitu pendapatan yang dihitung berdasarkan jumlah balas jasa yang diterima oleh masyarakt sebagai pemilik faktor produksi. Besarnya NNI dapat diperoleh dari NNP dikurang pajak langsung( subsidi ).
    NNI = NNP – Pajak Langsung.
  • Pendapatan yang siap dibelanjakan (DI)
    yaitu  pendapatan yang siap untuk membeli barang dan jasa. Disposable income diperoleh dari personal income (PI) dikurangi dengan pajak pendapatan personal (Pajak Langsung). Pajak langsung (direct tax) adalah pajak yang bebannya tidak dapat dialihkan kepada pihak lain, artinya harus langsung ditanggung oleh wajib pajak, contohnya pajak pendapatan. DI = PI – Pajak pendapatan personal.
  • Pendapatan per kapita

adalah nilai barang dan jasa rata-rata yang tersedia bagi setiap penduduk suatu negara pada suatu periode tertentu. Pendapatan per kapita digunakan untuk membandingkan kesejahteraan atau standar hidup suatu negara dari tahun ke tahun. Pendapatan per kapita yang meningkat menjadi salah satu tanda bahwa rata-rata kesejahteraan penduduk telah meningkat. Pendapatan per kapita menunjukkan apakah pembangunan yang telah dilaksanakan oleh pemerintah telah berhasil, berapa besar keberhasilan tersebut, dan akibat apa yang timbul oleh peningkatan tersebut.

 Distribusi Pendapatan Nasional & Kemiskinan

            Masalah besar yang dihadapi negara berkembang adalah ketimpangan distribusi pendapatan dan tingkat kemiskinan. Distribusi pendapatan memicu yang tidak merata menyebabkan terjadinya ketimpangan pendapatan yang merupakan awal dari munculnya masalah kemiskinan tidak jarang dapat menimbulkan konsekuensi negatif terhadap kondisi sosial dan politik.

            Masalah kesenjangan pendapatan dan kemiskinan tidak hanya dihadapi oleh negara berkembang, namun negara maju tidak terlepas dari permasalahan ini. Semakin besar angka kemiskinan, semakin tinggi pula tingkat kesulitan mengatasinya. Negara maju menunjukkan tingkat kesenjangan pendapatan dan angka kemiskinan yang relative kecil dibanding negara berkembang, dan untuk mengatasinya tidak terlalu sulit mengingat GDP dan GNP mereka relative tinggi. Walaupun demikian, masalah ini bukan hanya menjadi masalah internal suatu negara, namun telah menjadi permasalahan bagi dunia internasional.

Definisi kemiskinan menurut para ahli :

  • Sallatang (1986) kemiskinan adalah ketidakcukupan penerimaan pendapatan dan pemilikan kekayaan materi, tanpa mengabaikan standar atau ukuran-ukuran fisiologi, psikologi dan sosial.
  • Esmara (1986) mengartikan kemiskinan ekonomi sebagai keterbatasan sumber-sumber ekonomi untuk mempertahankan kehidupan yang layak. Fenomena kemiskinan umumnya dikaitkan dengan kekurangan pendapatan untuk memenuhi kebutuhan hidup yang layak.
  • Basri (1995) bahwa kemiskinan pada dasarnya mengacu pada keadaan serba kekurangan dalam pemenuhan sejumlah kebutuhan, seperti sandang, pangan, papan, pekerjaan, pendidikan, pengetahuan, dan lain sebagainya.
  • Badan Pusat Statistik (2000), kemiskinan didefinisikan sebagai pola konsumsi yang setara dengan beras 320 kg/kapita/tahun di pedesaan dan 480 kg/kapita/tahun di daerah perkotaan.
  • Poli (1993) menggambarkan kemiskinan sebagai keadaan ketidakterjaminan pendapatan, kurangnya kualitas kebutuhan dasar, rendahnya kualitas perumahan dan aset-aset produktif, ketidakmampuan memelihara kesehatan yang baik, ketergantungan dan ketiadaan bantuan, adanya perilaku antisosial (anti-social behavior), kurangnya dukungan jaringan untuk mendapatkan kehidupan yang baik, kurangnya infrastruktur dan keterpencilan, serta ketidakmampuan dan keterpisahan.
  • Bappenas dalam dokumen Strategi Nasional Penanggulangan Kemiskinan juga mendefinisikan masalah kemiskinan bukan hanya diukur dari pendapatan, tetapi juga masalah kerentanan dan kerawanan orang atau sekelompok orang, baik laki-laki maupun perempuan untuk menjadi miskin
  • SPECKER (1993) mengatakan bahwa kemiskinan mencakup beberapa hal yaitu :
  1. risiko keamanan dan kerawanan kehidupan sosial ekonomi dan lingkungannya
  2. kekurangan fasilitas fisik bagi kehidupan yang normal
  3. gangguan dan tingginya risiko kesehatan
  4. kekurangan pendapatan yang mengakibatkan tidak bisa hidup layak
  5. kekurangan dalam kehidupan sosial yang dapat ditunjukkan oleh ketersisihan sosial

                        Secara umum penyebab kemiskinan diantaranya : Kemalasan , Kebodohan dan pemborosan , Bencana alam , Kejahatan , Genetik dan dikehendaki Tuhan (baik genetika orang tua, tempat lahir, kondisi orang tua yang miskin).

REFERENSI :

http://ekonomikelasx.blogspot.com/2012/02/pendapatan-per-kapita-income-per.html

http://www.slideshare.net/izzaddict/ekonomi-bab8-pendapatan-nasional

http://tantitrisetianingsih.blogspot.com/2012/04/struktur-produksi-distribusi-pendapatan.html

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s