Pengembangan UKM dengan adanya KUR (Kredit Usaha Rakyat)

Abstrak

Usaha Kecil dan Menengah (UKM) mempunyai peran yang strategis dalam pembangunan ekonomi nasional, oleh karena selain berperan dalam pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja juga berperan dalam pendistribusian hasil-hasil pembangunan. Dalam krisis ekonomi yang terjadi di negara kita sejak beberapa waktu yang lalu, dimana banyak usaha berskala besar yang mengalami stagnasi bahkan berhenti aktifitasnya, sektor Usaha Kecil dan Menengah (UKM) terbukti lebih tangguh dalam menghadapi krisis tersebut. Mengingat pengalaman yang telah dihadapi oleh Indonesia selama krisis, kiranya tidak berlebihan apabila pengembangan sektor swasta difokuskan pada UKM, terlebih lagi unit usaha ini seringkali terabaikan hanya karena hasil produksinya dalam skala kecil dan belum mampu bersaing dengan unit usaha lainnya.

Pengembangan UKM perlu mendapatkan perhatian yang besar baik dari pemerintah maupun masyarakat agar dapat berkembang lebih kompetitif bersama pelaku ekonomi lainnya. Kebijakan pemerintah ke depan perlu diupayakan lebih kondusif bagi tumbuh dan berkembangnya UKM. Pemerintah perlu meningkatkan perannya dalam memberdayakan UKM disamping mengembangkan kemitraan usaha yang saling menguntungkan antara pengusaha besar dengan pengusaha kecil, dan meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusianya.

Ketika berpikir untuk membuat sebuah usaha, perlu dipertimbangkan ide usaha, skala usaha, kompetisi, permintaan pasar, tenaga kerja, serta yang paling penting untuk dipikirkan adalah ketersediaan modal usaha beserta sumbernya. Modal bagaikan fondasi awal sebuah usaha yang akan dibangun.

Anda dapat mengajukan permohonan pinjaman modal usaha ke Bank. Sebelum pengajuan ini tidak jarang pihak Bank ingin mengetahui profil usaha yang akan Anda buat berupa proposal atau bahkan beberapa meminta Anda untuk menyampaikan feasibility study.

Bisnis atau Anda akan dilihat apakah bankable atau tidak. Andapun harus membayar bunga pinjaman yang besarannya bervariasi antara 8% sampai dengan 15% per tahun. Dalam tahap awal membangun bisnis biasanya bank jarang ada yang memberikan pinjaman kepada usaha Anda, tapi tidak ada salahnya untuk dicoba.

BAB I. PENDAHULUAN

I.1. Latar belakang

Puji dan syukur saya panjatkan khadirat Tuhan Yang Maha Esa atas nikmat dan karunianya dalam rangka memenuhi kebutuhan mata kuliah Perekonomian Indonesia di Universitas Gunadarma mengenai Suku Bunga Perbankan dengan pemberian kredit khususnya usaha kecil dan menengah , maka saya membuat karya tulis tentang Pengembangan UKM dengan adanya KUR (Kredit Usaha Rakyat).Dengan adanya tulisan ini disamping untuk memperluas wawasan  ilmu pengetahuan , Mahasiswa dapat memahami tentang pengertian sistem perekonomian yang ada , dan dapat menumbuhkan pemikiran yang kritis . Saya berusaha semaksimal mungkin untuk dapat menyelesaikan karya tulis ini.

Harapan saya semoga hasil karya tulis ini dapat bermanfaat semaksimal mungkin bagi pembacanya .

I.2. Rumusan Masalah

  1. Pengertian Kredit dan fungsi kredit.
  2. Pengertian KUR dan Tatacara Pengajuan KUR.
  3. Bank mana saja sabagai penyalur KUR.
  4. Manfaat dari KUR.
  5. Tatacara pengajuan KUR.
  6. Besar Dana dari KUR.
  7. Suku Bunga KUR.
  8. Kewajiban sebagai UKM.

 

I.2.Tujuan Penulisan

2.a. Tujuan Umum

Untuk memenuhi kebutuhan mata kuliah Perekonomian Indonesia di Universitas Gunadarma.

2.b. Tujuan Khusus

Untuk mengetahui dan menambah wawasan ilmu pengetahuan mengenai sistem perekonomian di Indonesia serta mampu berfikir kritis mengemukakan pendapat.

I.3. Manfaat Penulisan

  1. Mengetahui sudah sejauh mana pengembangan UKM dengan adanya KUR

I.5. Metode Penulisan

Kajian Pustaka

Dalam penyusunan tugas ini , perlu sekali pengumpulan data serta sejumlah informasi yang aktual , metode pengumpulan data browsing dari internet.

 

BAB II. ISI LAPORAN

II.1. Landasan Teori

Usaha Kecil Menegah (UKM) Menurut Kementrian Menteri Negara

Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Menegkop dan UKM), yang dimaksud dengan Usaha Kecil (UK), termasuk Usaha Mikro (UMI) adalah entitas usaha yang mempunyai memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp 200.000.000,- tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha, dan memiliki penjualan tahunan paling banyak Rp 1.000.000.000,- . Sementara itu, Usaha Menengah (UM) merupakan entitas usaha milik warga negara Indonesia yang memiliki kekayaan bersih antara Rp 200.000.000 s.d. Rp 10.000.000.000,- tidak termasuk tanah dan bangunan. Badan Pusat Statistik (BPS) memberikan definisi UKM berdasarkan kuantitas tenaga kerja. Usaha kecil merupakan entitas usaha yang memiliki jumlah tenaga kerja 5 s.d 19 orang, sedangkan usaha menengah merupakan entitias usaha yang memiliki tenaga kerja 20 s.d. 99 orang. 1.3. Perekonomian Dalam Wikipidia Indonesia Sistem perekonomian adalah sistem yang digunakan oleh suatu negara untuk mengalokasikan sumber daya yang dimilikinya baik kepada individu maupun organisasi di negara tersebut. Perbedaan mendasar antara sebuah sistem ekonomi dengan sistem ekonomi lainnya adalah bagaimana cara sistem itu mengatur faktor produksinya.

II.2. Pembahasan

Kredit menurut Undang-undang RI No. 10 tentang perbankan (1998) adalah penyediaan uang atau tagihan yang dapat disamakan dengan itu, berdasarkan persetujuan dan kesepakatan antara pihak bank dengan pihak lain yang mewajibkan pihak peminjam melunasi hutangnya setelah jangka waktu tertentu dengan pemberian bunga.

Dalam arti luas kredit diartikan sebagai kepercayaan. Dalam bahasa latin kredit berarti credere artinya kepercayaan. Kredit merupakan suatu fasilitas keuangan yang memungkinkan seseorang atau badan usaha untuk meminjam uang untuk membeli produk dan membayarnya kembali dalam jangka waktu yang ditentukan.

Fungsi kredit menurut Kasmir  adalah sebagai berikut :

  1. Untuk meningkatkan daya guna uang
  2. Untuk meningkatkan peredaran dan lalu lintas uang
  3. Untuk meningkatkan daya guna barang
  4. Meningkatkan peredaran uang
  5. Sebagai alat stabilitas ekonomi
  6. Untuk meningkatkan kegairahan berusaha
  7. Untuk meningkatkan pemerataan pendapatan
  8. Untuk meningkatkan hubungan internasional

Kredit Usaha Rakyat (KUR) adalah kredit/pembiayaan Modal Kerja dan atau Investasi kepada UMKMK di bidang usaha yang Produktif dan Layak namun Belum Bankable dengan plafon sampai dengan Rp. 500.000.000; (lima ratus juta rupiah) yang dijamin oleh Perusahaan Penjamin. KUR BUKAN merupakan Hibah Pemerintah kepada masyarakat. Sesuai dengan pengertian KUR sebelumnya disebutkan bahwa KUR adalah Kredit/Pembiayaan kepada UMKMK, sehingga UMKMK wajib mengembalikan dana pinjaman KUR tersebut kepada Bank pemberi KUR

Bank yang dapat menyalurkan KUR adalah :

  • PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk,
  • PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk,
  • PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk,
  • PT. Bank Tabungan Negara (Persero),
  • PT. Bank Bukopin Tbk,
  • PT. Bank Syariah Mandiri, dan
  • PT. Bank BNI Syariah.

Manfaat KUR bagi UKM adalah membantu pembiayaan yang dibutuhkan oleh UKM untuk mengembangkan kegiatan usahanya.Sedangkan Manfaat KUR bagi Pemerintah adalah  tercapainya percepatan pengembangan sektor riil dan pemberdayaan UKM dalam rangka penanggulangan / pengentasan kemiskinan dan perluasan kesempatan kerja serta pertumbuhan ekonomi.

Pengajuan KUR adalah para pelaku usaha yang berada dalam skala Usaha Mikro, Kecil, Menengah dan Koperasi.Usaha baru yang bisa dibiayai dengan KUR minimal 6 bulan berjalan. Hal ini merupakan persyaratan dari masing-masing bank yang berbeda-beda. Untuk mengetahui proses pinjaman dan persyaratan KUR secara rinci bisa minta penjelasan pada Bank Pelaksana KUR. Sektor usaha yang diperbolehkan untuk memperoleh KUR adalah semua sektor usaha produktif.

Cara  UKM dapat mendapatkan KUR dari Bank Pelaksana sebagai berikut :

a)     UKM mengajukan surat permohonan KUR kepada Bank dengan melampiri dokumen seperti legalitas usaha, perizinan usaha, catatan keuangan dan sebagainya.

b)     Bank mengevaluasi/analisa kelayakan usaha UKM berdasarkan permohonan UKM tersebut.

c)     Apabila menurut Bank, usaha UKM layak maka Bank menyetujui permohonan KUR. Keputusan pemberian KUR sepenuhnya merupakan kewenangan Bank.

d)     Bank dan UKM menandatangani Perjanjian Kredit/Pembiayaan.

e)     UKM wajib membayar/mengangsur kewajiban pengembalian KUR kepada Bank sampai lunas.

 Persyaratan umum bagi UKM untuk dapat menerima KUR  sebagai berikut :

a)     Tidak sedang menerima kredit/pembiayaan dari perbankan dan/atau yang tidak sedang menerima Kredit Program dari Pemerintah/selain KUR.

b)     Dapat sedang menerima kredit konsumtif (Kredit Kepemilikan Rumah, Kredit Kendaraan Bermotor, Kartu Kredit dan kredit konsumtif lainnya);

c)     Dalam hal  UKM  masih tercatat Sistem Informasi Debitur BI, tetapi yang sudah melunasi pinjaman, maka diperlukan Surat Keterangan Lunas Bank sebelumnya;

d)     Untuk KUR Mikro, tidak diwajibkan untuk dilakukan pengecekan Sistem Informasi Debitur Bank Indonesia.

Dokumen legalitas dan perizinan yang minimal ada pada saat debitur mengajukan KUR kepada Bank antara lain :

a)     Identitas diri nasabah, seperti KTP, SIM, Kartu Keluarga, dll.

b)     Legalitas usaha, seperti akta pendirian, akta perubahan

c)     Perzinan usaha, seperti SIU, TDP, SK Domisili, dll

d)     Catatan pembukuan atau laporan keuangan

e)     Copy bukti agunan

                        Debitur KUR yang sudah mendapatkan dan melunasi KUR diperbolehkan untuk mengajukan KUR kembali sepanjang masih belum bankable dan tidak melebihi plafon KUR yang ditentukan sebesar Rp. 500.000.000; untuk KUR Ritel dan Rp. 20.000.000 untuk KUR Mikro.

Sumber dana penyaluran KUR adalah 100% (seratus persen) bersumber dari Dana Bank Pelaksana yang dihimpun dari dana masyarakat berupa giro, tabungan dan deposito (Bukan Bantuan/Hibah dari Pemerintah, sehingga ada Kewajiban untuk dikembalikan) Putusan pemberian KUR sepenuhnya menjadi kewenangan Bank Pelaksana, sesuai dengan hasil analisa kelayakan usaha calon debitur.

Besar dana pinjaman KUR yang dapat diperoleh UKM  yaitu:

a)     KUR Mikro : KUR yang diberikan dengan plafon sampai dengan Rp. 20.000.000,- .

b)     KUR Ritel : KUR yang diberikan dengan plafon diatas Rp. 20.000.000,- sampai dengan Rp. 500.000.000,- .

Suku bunga KUR Mikro maksimal sebesar atau setara 22% efektif pertahun dan suku bunga KUR Ritel maksimal sebesar atau setara 13% efektif pertahun.

Debitur KUR memiliki kewajiban sebagai berikut :

a)     Memenuhi persyaratan KUR yang ada pada Bank Pelaksana.

b)     Menyerahkan agunan kepada Bank.

c)     Membayar kewajiban (pokok pinjaman dan bunga) atas KUR yang diterima sesuai repayment yang disepakati dengan Bank sampai kredit lunas.

            Kepada debitur KUR dapat diberikan jangka waktu fasilitas KUR maksimal selama 3 tahun untuk Modal Kerja dan maksimal 5 tahun untuk Investasi. Apabila menurut Bank Pelaksana UKM tersebut dinyatakan Layak dan memenuhi ketentuan dan persyaratan KUR, maka kepada UKM tersebut dapat diberikan KUR. Apabila debitur UKM Tidak Melunasi Kewajiban KUR, maka :

  1. Bank Pelaksana akan melakukan Penjualan Agunan dan apabila nilai penjualan agunan masih tidak mencukupi maka debitur masih wajib melunasi KUR.
  2. Terdaftar sebagai debitur blacklist Bank Indonesia.

BAB III. PENUTUP

III.1. Kesimpulan

            Dengan adanya KUR , UKM telah terbantu dan berkembang lebih kompetitif , pertumbuhan ekonomipun membaik dan telah menyerap tenaga kerja di Indonesia ini. Namun, Tidak semua Kantor Bank Pelaksana dapat menyalurkan KUR , Calon Debitur harus menanyakan terlebih dahulu ke Kantor Bank Pelaksana itu apakah menyalurkan atau tidak, sehingga Calon Debitur hanya mengajukan KUR ke kantor cabang tertentu. Memperbolehkan bagi UKM mengajukan KUR ke lebih dari satu Bank Pelaksana , Karena jumlah Bank Pelaksana itu banyak, sehingga Calon Debitur yang ditolak permohonan/proposal kreditnya di satu Bank Pelaksana memiliki peluang untuk mendapatkan KUR di Bank Pelaksana lainnya. Dan juga terdapat Masalah utama yang sering Dihadapi UKM saat ini ,  meliputi: Kurangnya Permodalan dan Terbatasnya Akses Pembiayaan Permodalan karena UKM bersifat tertutup mengandalkan modal dari si pemilik yang jumlahnya sangat terbatas, sedangkan modal pinjaman dari bank atau lembaga keuangan lainnya sulit diperoleh karena persyaratan secara administratif dan teknis yang diminta oleh bank tidak dapat dipenuhi. UKM harus mempersiapkan diri agar mampu bersaing baik secara keunggulan komparatif maupun keunggulan kompetitif  untuk bersaing dalam perdagangan bebas dengan melakukan proses produksi dengan produktif dan efisien,menghasilkan produk yang sesuai dengan frekuensi pasar global dengan standar kualitas.

Diperlukannya juga peran Pemerintah dalam KUR melalui BPKP akan melakukan pengawasan yang bersifat preventif dan melakukan verifikasi secara selektif dan Bank Indonesia akan mengawasi Bank Pelaksana dalam kapasitas sebagai pengawas bank.

Daftar Pustaka

http://blog.indotrading.com/cari-modal-usaha-harus-ke-mana/#more-494

http://komite-kur.com/article-76-tanya-jawab-seputar-kur.asp

http://banking.blog.gunadarma.ac.id/2011/01/12/artikel-tentang-usaha-kecil-menengah/

http://id.wikipedia.org/wiki/Kredit_%28keuangan%29

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s